SISTEM PERNIAGAAN MASYARAKAT ARAB BADUI PRA-ISLAM

Authors

  • Sultan Alam Koto Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Febri Priyoyudanto Universitas Al-Azhar Indonesia

Keywords:

Strategis, Nabi Muhammad, Ukaz. Integritas

Abstract

Sebelum era kenabian Nabi Muhammad, bangsa Arab dikenal sebagai masyarakat jahiliyah yang
menggambarkan suasana kekacauan dan ketiadaan tatanan sosial yang jelas. Meskipun begitu, kota
Mekkah menonjol sebagai pusat perdagangan yang strategis di Jazirah Arab. Mekkah, dengan padang
pasir dan pegunungan tandus di sekitarnya, menjadi titik pertemuan kafilah-kafilah dagang yang
menghubungkan Yaman, India, China, dan Suriah. Berdagang di Mekkah bukan hanya menjadi mata
pencaharian, tetapi juga jalan menuju kemakmuran bagi banyak penduduk, termasuk Nabi Muhammad
yang dikenal sebagai pedagang yang tekun dan jujur. Dengan komoditas yang beragam, mulai dari
rempah-rempah hingga sutra, Mekkah menjadi pusat kegiatan ekonomi yang dinamis, dengan pasar-
pasar terkenal seperti Ukaz yang menjadi simbol kegiatan perdagangan. Di tengah padatnya aktivitas
ekonomi, integritas dan kredibilitas Nabi Muhammad dalam berdagang menjadi cerminan nilai-nilai
yang ia bawa dalam menyebarkan ajaran Islam.

References

Hourani, A. (1991). A History of the Arab Peoples. Harvard University Press.

Donner, F. M. (2010). Muhammad and the Believers: At the Origins of Islam.

Harvard University Press.

Al-Rasheed, M. (1991). A History of Saudi Arabia. Cambridge University Press.

Eickelman, D. F., & Piscatori, J. (Eds.). (1990). Muslim Politics. Princeton

University Press.

Kennedy, H. (2001). The Early History of Islam. Cambridge University Press.

Wansbrough, J. (1977). The Sectarian Milieu: Content and Composition of Islamic

Salvation History. Oxford University Press.

Lewis, B. (1970). "The Pre-Islamic Background". The Cambridge History of Islam,

, 20-43

Downloads

Published

2023-12-31